Untuk ibuku dan anakku

Thursday, 25 August, 2011
Wahai ibuku, maafkan aku bila saat ku kecil dulu aku sering merengek-rengek minta sesuatu yang tidak sesuai keinginanmu. Itu bukan karena aku nakal, tapi karena kosakataku belum banyak untuk mampu mengungkapkan apa yang aku inginkan beserta alasannya..

Wahai anakku, maafkan umi jika umi sering jengkel dan marah karena merasa kamu gak mau dibilangin, suka merajuk yang ga jelas, dan marah-marah saat gak mendapatkan apa yang kamu inginkan. Itu bukan karena umi gak sayang ama kamu, tapi karena umi putus asa belum bisa mencerna apa yang kamu inginkan..

Wahai ibuku, maafkan aku bila saat ku kecil dulu tidak mau disuruh tidur dan tetap terjaga hingga malam hari untuk mengajakmu bermain. Itu bukan karena aku nakal dan tidak mengerti kalo ibu capek setelah seharian bekerja dan butuh istirahat, tapi karena aku masih kangen sama ibu setelah seharian ditinggal, besok pagi ibu udah berangkat pagi-pagi lagi. Kalo cuma sabtu-minggu aku gak puas bu..

Wahai anakku, maafkan umi ya bila umi suka marahin kamu karena gak mau disuruh tidur padahal hari udah larut. Itu bukan karena umi gak sayang kamu. Umi cuma takut perkembangan kamu nanti terganggu karena proses terbaik perkembangan otak hanya terjadi saat kamu tidur. Itupun kalo kamu tidurnya di bawah pukul 10 malam..

Wahai ibuku, maafkan aku bila saat ku kecil dulu aku suka marah saat ibu ngobrol ama orang lain. Itu bukan karena aku nakal, tapi aku juga ingin diperhatiin ama ibu. Aku ingin juga diajak ngobrol ama ibu meski aku belum bisa bicara. Untung aja jaman dulu belum ada hp, jadi ibu gak bisa nyuekin aku lama-lama..

Wahai anakku, maafkan umi yang sering telpon-telponan, smsan, facebookan, bbman, bahkan ngegame. Itu bukan karena umi kesel melihat tingkah polahmu. pun bukan karena umi gak mau maen sama kamu. Itu murni kesalahan umi.. umi keasyikan ama gadget umi sekaligus itu cara umi istirahat dari rutinitas umi setiap hari yang harus bekerja, pergi pagi pulang malam..

Wahai ibuku, maafkan aku bila saat ku kecil dulu aku suka susah makan. Itu bukan karena aku nakal, tapi karena aku belum bisa bilang ke ibu kalo aku lagi ga enak badan, aku gak bisa bilang ke ibu kalo gigiku lagi sakit, aku ga bisa bilang ke ibu kalo kadang aku bosen dengan makanan itu, dan kadang aku juga ingin makan sambil jalan-jalan seperti temen-temenku yang lain..

Wahai anakku, maafkan umi yang sering marah saat kamu tidak mau makan. Itu bukan karena umi adalah ibu yang galak dan tidak sayang sama kamu. Tapi karena umi tau, kalo kamu menolak makan kamu akan jatuh sakit. maafkan umi yang belum bisa mengerti bahasa planetmu sayang..

Wahai ibuku, maafkan aku bila saat ku kecil dulu aku suka membuatmu capek dengan polah tingkahku yang ga bisa diem, yang suka membuat rusuh rumah, yang sering membuatmu meneriakiku karena takut aku jatuh dan terluka. Itu bukan karena aku nakal dan tidak bisa diatur. Aku hanya ingin tau tentang barang-barang yang ada disekelilingku. Aku ingin bisa memencet tombol televisi sendiri, aku ingin belajar biar bisa berdiri sendiri, aku ingin membongkar kotak mainanku sendiri. Aku senang kalo dikelilingin sama banyak mainan yang berwarna warni dan lucu-lucu..

Wahai anakku, maafkan umi jika sering marah karena kamu suka membuat rumah kecil kita seperti kapal pecah. Umi marah saat kamu memberantakin dompet umi lalu mengambil dan mainan uang umi. Itu bukan karena umi menganggapmu nakal dan susah diatur, umi tau kamu hanya ingin mengeksplorasi syaraf motorikmu, tapi umi hanya ingin supaya kamu belajar untuk mulai memiliki rasa tanggung jawab membereskan apa yang telah kamu mulai. Itu kelak akan sangat berguna saat kamu tumbuh dewasa kelak. Selain itu umi juga takut kamu sakit karena memasukkan tangan kecilmu ke mulut setelah memegang uang. Uang itu kotor sayang..

Wahai ibuku, maafkan aku jika saat ku kecil sering membuatmu marah dengan segala tingkah lakuku yang menurutmu sangat tidak masuk akal. Aku suka marah-marah gak jelas saat keinginanku gak diturutin, aku sering teriak-teriak untuk melatih suaraku, aku sering gak bisa diem saat aku sudah mulai bisa bicara, aku sering kabur ke luar rumah dan lari-lari saat aku udah mulai bisa jalan. Itu bukan karena aku nakal, tapi karena aku kadang tidak bisa mengerti apa yang ada dipikiran ibu. Aku hanya ingin bermain dan bersenang-senang ibu..

Wahai anakku, maafkan umi yang sering meneriakimu dalam setiap tingkah lakumu. Itu bukan karena umi ingin menghambat kreativitasmu. Tapi karena umi tidak ingin melihatmu celaka..

Untuk ibuku dan anakku, maafkan aku jika banyak hal-hal yang sering membuat kalian marah dan kecewa sama aku. Sungguh aku hanya manusia biasa, yang terus belajar untuk bisa membuat kalian bangga telah memiliki aku...

Cerita ini diikutsertakan dalam kontes Bahasa Cinta di Atap Biru

Quiz A story pudding for wedding

Tuesday, 23 August, 2011
Iseng bikin kuis ama mbak putri. Here is it!!!

Blog Quiz : A Story Pudding For Wedding

Pernikahan selalu membawa berbagai kisah yang menarik untuk didalami dan diambil hikmahnya. Kisah itu bisa kisah yang manis, sedih, lucu, dan berbagai macam gambaran emosi lainnya. A Story Pudding For Wedding mencoba mengajak teman-teman blogger sekalian untuk sharing kisah pernikahan tersebut Kisah itu bisa kisah pernikahanmu sendiri atau juga kisah dari orang lain. Cobalah berbagi kisah, cobalah berbagi rasa, disini. read more

Bannernya ngambil di sini yaa! Tinggal copas trus di link-in ke :http://puteriamirillis.blogspot.com/2011/08/blog-quiz-story-pudding-for-wedding.html

Gud luck Gals!!!




Pernikahan

Wednesday, 17 August, 2011

Becandaan dari seorang instruktur waktu aku diklat adalah "Pernikahan itu ada sesuatu yang kalo di luar orang pengen cepet-cepet masuk, tapi kalo udah di dalam orang pengen cepat-cepat keluar" hehehe

Bicara ttg nikah seperti orang bicara cinta ga akan ada habisnya. Banyak orang nikah karena saling cinta. Tapi gak sedikit yang nikah karena alasan lain. Entah dijodohin(masih jaman gak sih?), karena MBA (married by accident) or sebab lainnya.

Dulu ada seorang temen yang sulit saat memutuskan mau nikah. Dia bimbang dari beberapa sisi. Sehingga ada jargon dari kami yaitu dalam memutuskan untuk menikah, kita harus menyeimbangkan antara logika dan perasaan. Kenapa? That's so simple answer.. Orang ga bisa hanya hidup dengan cinta. Perut harus makan, suami harus kerja, dan harus memikirkan langkah selanjutnya setelah nikah. Nikah is only the beginning. Tapi disisi lain, ga mungkin dong orang nikah tanpa cinta.. Saat orang cinta, tingkat toleransinya tinggi. Mereka akan dengan suka rela memahami eah other. Saling mengingatkan dan memaafkan saat ada kesalahan dalam proses pembelajaran.
Nikah dengan adanya cinta aja susah, apalagi kalo gak ada? Secara kita manusia, bukan robot :D
Saat dulu aku mau nikah, bosku bilang "meski kamu di depan penghulu,sesaat aja kamu ngerasa tidak yakin, lebih baik kamu mundur.Meski itu nanti bakal nyakitin orang tua dan mereka akan malu, its ok. Mereka pasti akan nerima.
Ibuku juga pernah memberikan nasihat ga mungkin bisa menemukan orang sempurna. Tapi kamu pasti akan menemukan orang yang kamu sreg!

Setelah nikah, permasalahan yang sering banget timbul perselingkuhan. Ada banyak alasan orang berselingkuh. Banyak orang yang meski udah punya pasangan yang perfect (istri cantik, bisnis sukses, kehidupan sex bagus) tetep aja selingkuh. Aku kadang juga heran dengan mereka. Apa yang mereka cari? Sepertinya mereka hanya ingin having fun. Emang ada beberapa orang yang senang dengan kegiatan yang memicu adrenalin. Bahkan ada temen yg bilang kalo s*x yang dilakukan dengan orang lain, bukan pasangan yang sah emang ada sensasi tersendiri. Bang roma aja pernah bilang dosa itu kenapa yang enak-enak ya? Hehe
Ada temenku yg bilang kalo selama nikah dia sering diselingkuhin ama suaminya, Meski ga nyampe ada perselingkuhan fisik. Hingga dia ngasi nasihat ke aku "kita gak akan tau gimana suami kita saat diluar. Senjata istri hanya doa. Berdoa yang banyak, biar rumah tangganya samara dan bisa jadi istri yang solehah.
Memang sih kita harus punya sabar yang sangat luas. Kita nikah dengan manusia tempatnya salah dan dosa. Bullshit itu dongeng2 fairytale yang bilang nikah trus happily ever after.. Yang penting kita selalu ingat dengan alasan dan tujuan kita nikah untuk apa. Akan lebih baik kalo nikah itu niatnya karena Allah. Biar kita ada tempat bersandar saat ada masalah. Biar kita kuat, sabar, dan ikhlas saat ada masalah. Belajarlah mencintai tanpa syarat supaya kita tidak dikecewakan. Kita memberi tanpa pamrih untuk pasangan yang kita cintai dan sayangi. Perkuat pondasi pernikahan boiar kalo badai kita we still can stand. Meski banyak pernikahan yang gagal, tapi lebih banyak lagi yang berhasil.
Insya Allah, Allah selalu mempermudah niat baik seseorang untuk membentuk keluarga samara amien.