Saatku Mengandung

Wednesday, 14 March 2012
Hampir setahun setelah dikuret, aku masih merasakan trauma itu. Aku masih belum siap mental untuk hamil lagi. Aku belum siap untuk ngeflek setiap hari, aku belum siap saat harus deg-degan sepanjang waktu, aku belum siap kehilangan, dan aku belum siap untuk bersedih lagi. Meski aku masih sering iseng browsing cara cepat hamil, namun dilubuk hati yang paling dalam aku belum siap untuk itu.

Hingga suatu saat, kepala biro di tempatku kerja (almarhum) bilang kepadaku "kenapa tidak siap? Semua itu sudah kehendak Allah. Dan Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat hambaNya"
Kemudian aku tergerak untuk program lagi dengan suamiku. Aku ingin hamil lagi.


Alhamdulillah, tepat setahun setelah aku dikuret, aku hamil lagi. Begitu tahu aku hamil, sugestiku langsung muncul. Aku jadi sangat berhati-hati terhadap semua tindakanku. Aku tidak berani jalan cepat, aku tidak berani naik tangga, dan sebagainya. Intinya aku sangat membatasi aktivitas fisikku. Setidaknya untuk semester pertama. Padahal sebelum aku tahu secara resmi kalau aku hamil, aku masih sempat outbound. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa :)

Saat flek pertama datang, aku sangat ketakutan. Apakah kehamilanku ini seperti yang pertama? Selama 6 bulan pertama aku terus mengkonsumsi obat penguat kandungan. Baik yang secara oral maupun yang harus dimasukin ke dalam saat flekku parah.
Terlebih saat aku hasil tes TORCHku mengindikasi ada virus CMV di tubuhku. Duh, dunia rasanya membenciku.
Aku takut.. Aku takut kalau virus itu menginfeksi janinku. Apalagi tidak bisa terlihat apakah virus itu masuk sebelum aku hamil, atau saat aku sudah hamil. Infeksi virus saat tri semester pertama sangat membahayakan.

Jika yang terkena virus itu adalah otak, anakku bisa hydrocepallus atau sebaliknya. Saat virus itu kena mata, anakku bisa buta. Kalau virus itu kena telinga, anakku bisa tuli, dan virus itu juga bisa mengakibatkan syaraf-syaraf bayi terganggu.

Setiapku bersimpuh, aku hanya bisa menangis. Ya Allah, jika ini memang hukuman atas perbuatanku, tolong jangan hukum anakku. Aku yang pantas dihukum, meski aku juga tidak sanggup jika hukumanmu begitu berat.

Sampai 6 bulan pertama aku mengkonsumsi berbagai macam obat-obatan. Mulai obat penguat, obat cmv 2 jenis, vit asam folat, penambah darah, hingga tablet kalsium. Semua itu sukses membuat setiap makanan yang masuk ke mulutku hanya memiliki satu rasa PAHIT.

Namun aku tidak menyerah. Aku memaksakan diri untuk makan demi bayiku. Aku tidak mau kejadian di kehamilan pertamaku terulang lagi. Ya, saat itu aku menuruti kehendakku untuk tidak makan karena mual. Akhirnya janinku tidak bisa berkembang. Ahh sudahlah, tidak baik menyesali keadaan. Toh belum tentu juga itu penyebabnya. Keguguran pada trisemester pertama hampir 90 persen tidak diketahui penyebabnya..

Selama kehamilanku yang kedua, aku juga sering mengalami flek dan harus bed rest. Ngemall sedikit flek. Nonton bioskop sebentar flek. Berdiri terlalu lama flek. Ckckck

Selama kehamilan aku juga mengalami keputihan hormonal hebat. Kata dokter itu juga bisa menjadi penyebab kenapa aku sering flek karena saat aku capek sedikit, bisa menambah keputihan itu dan melukai dinding rahim. Entahlah aku tidak terlalu bisa menalar penjelasan dokter itu :(

Selama hamil, jadinya aku minum air putih yang sangat banyak. Keputihan itu menyebabkan aku sering basah. Berhubung aku tidak tau basahnya itu efek dari keputihan apa rembesan air ketuban, aku mendoppingnya dengan minum air putih yang banyak. Dari info seorang teman, air putih-sayuran-buah-buahan bisa "menggantikan" air ketuban yang hilang.

Saat pasangan suami-istri lain menantikan jadwal cek up kehamilan, aku malah sebaliknya. Setiap jadwal cek up, aku malah sedih. Duh, berapa rupiah uang yang musti aku keluarkan lagi :(
Obat-obatannya sangat banyak dan mahal. Belum lagi biaya dokternya yang 300rb sendiri. Aku memang periksa di RS MMC yang sangat mahal untuk ukuran kami. Itu karena RS MMC lah yang paling dekat dengan kontrakanku. Disana juga ada dokter kandungan perempuan yang aku sudah cocok.

Dalam sebulan kadang aku bisa 2x periksa kalau ngeflek. Biaya cek up termurahku selama di MMC adalah 495rb. Gajiku habis, tagihan kartu kredit membengkak. Itu harga yang harus aku bayar. Bayiku memang bayi mahal :)

Tapi aku beruntung karena dokterku baik. Beliau bisa konsultasi via sms atau telepon. Beliau sabar menjawab semua pertanyaanku. Beliau juga mendorongku untuk selalu positif thinking, berdoa supaya kandunganku baik-baik saja. Beliau juga bilang aku jangan sering-sering browsing internet, karena kadang informasi dari internet tidak dapat dipertanggungjawabkan dan malah akan membuat kita kuatir..

Alhamdulillah aku dapat mempertahankan kehamilanku sampai saat melahirkan dengan normal di kediri meski aku sempat opname gara-gara flek parah. Hehe itu adalah opname pertamaku.
Sebulan sebelum HPL aku hijrah ke kediri karena aku akan melahirkan disana dengan pertimbangan aku dekat dengan orang tuaku yang bisa membantu menjagaku dan anakku.
Biaya cek up disana sangat beda jauh dengan di Jakarta. Kuitansi pertama yang kuterima 49.500, dan aku langsung bersuka cita. Hal pertama yang kulakukan adalah telpon suamiku sambil ketawa-tawa. Coba di Jakarta seperti itu.

Dokter kandunganku di Kediri juga mantaf. Beliau sangat pro normal, dan mendorongku untuk bisa melahirkan secara normal. Saat aku mengemukakan kekuatiranku takut hamil normal, sang dokter hanya bilang "emang kalo kena cmv tidak bisa melahirkan normal? Tidak mau ngasih ASI ke anaknya? Secara grafik, nilai cmv-mu menurun, dan itu berarti kadar infeksinya berkurang. Dia tidak akan naik lagi nilainya kecuali kamu terinfeksi lagi."

Alhamdulillah, kekuatiranku terjawab. Selama ini aku memang bimbang karena seperti yang kubaca di internet, penularan CMV itu bisa dari plasenta, cairan vagina, dan ASI. Sedangkan prosentase terbesar penularan adalah lewat cairan vagina. Itulah kenapa aku sempat ketakutan melahirkan secara normal. Terlebih kemudian hasil tes keputihanku menunjukkan bahwa penyebab keputihanku adalah bakteri, bukan virus. So, semakin memperkuat tekad aku harus normal.

Hal terindah adalah bahwa ternyata ayra tidak tertular CMV itu. Dia lahir menjadi anak sehat dan normal. Selain itu Allah juga mengabulkan doaku. Asiku lancar keluarnya, dan ayra mau minum asiku. so, ayra bukan anak mahal lagi hehe

Semoga Allah selalu memberikan kesehatan pada kami sekeluarga, dan semoga kehamilanku berikutnya bisa lancar, kuat, dan tidak banyak mengalami gangguan.
Mengumpulkan informasi selama kehamilan wajib hukumnya. Namun jangan kita menelan semua informasi tersebut mentah-mentah. Kita harus tetap mengkonsultasikannya ke dokter.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

24 komentar:

Asep Saepurohman said...

Ya allah sabar ya mbak semoga tidak terjadi apa-apa :D. Ternyata begitu T__T dapet ilmu lagi :)

Lidya - Mama Pascal said...

perjuangan yg panjang ya mbak untuk mendapatkan buah hati.harusnya bisa diikutkan di giveaway awal maret diblognya mama sedja nih tapi baru berakhir tgl 14 kemarin

Nia Angga said...

Asep: $ΐp deh bapak siaga
Mbak lid: emang maksudnya begitu. Tp sayang pas mo dftar last minute via bb, koneksinya malah tidak bersahabat. Terpaksa deh gagal :(

DewiFatma said...

Mirip dgn kisahku. Aku juga flek terus selama hamil Valeska. Juga susaaaaahh banget makan nasi. Pas masuk bulan ke 6 sempat bedrest seminggu. Berhenti flek pas bulan ke 7. Tapi pertengahan bulan ke 8 kembali flek. Alhamdulillah Vales lahir sehat dan sempurna. Hanya saja dia masih blom bisa ngomong sampe skrg (4thn). Apakah itu ada hubungannya dengan kehamilanku yang bermasalah ya?

Mama Sedja said...

Salut sama semangat ngetiknya :D
ini ngeblog pake bb? wuihhh...ckckck.

Alhamdulillah, Ayra jadi anak sehat dan cantik ;)

Mbak, saya sms ke nox kok failed terus ya?

Siska N said...

mbak niaa ,

ternyata ada cerita pilu yaa dibalik kehamilan aira ..
#peluk ..

Perjuangannya ternyata luarr biasa .. terimakasih sharingnya ya mb

prambudhi said...

assalamu'alykum mba..salam kenal..
sy sdg hamil 7 bln saat ini,ini khamilan kdua sy..yg prtma gugur krn janin tdk brkmbang..tp,sblm khamilan kdua sy blm smpet ikut tes mcm2..
d khamilan sy ini,sy mngalami kputihan yg parah,sy takut..sy ingin mlahirkan normal.tp bgitu mmbaca blog mba ini,sy jd mrasa ksmpatan itu msh ada..mhn bagi tips n share lg cerita ttg kputihan n persalinan normal mba yaa..trimakasih ^^

Nia Angga said...

waalaykumussalam prambudhi.. yang penting cek lab dulu penyebab keputihannya apa. kalo emang normal seperti punyaku, insya allah bisa normal.

selama keputihan aku dikasih obat keputihan ama dokternya.

emang mengganggu sih, tapi selama itu normal, kita ga perlu kuatir..

jgn stres, jangan pake pakaian dalam ketat, warna gelap, jangan pake pantyline..
kalo basah, ganti cd aja ya..

herbal said...

thanks infox smg brmanfaat gan.

Anonymous said...

Bunda, itu ejaan untuk kata kontrol banyak yang kurang huruf "r", mohon diralat. Trims.

HeartAngel said...

Hi bunda Salam kenal :)
Bunda, saat ini sy sedang hamil 6 minggu dan terdapat virus cmv igg dan igm positive.. Batas normal 0.99 untuk igm dan hasil test darah sy 1.03.. Stlh diberi obat, 2 mgg kemudian turun menjadi 1.. Tp berarti masih positif..:(..

Sy takut sekali bunda krn sebelumnya sudah pernah dikuret krn janin ga berkembang Dan jg karena cmv ini..

Bunda, pengobatan apa yg dulu diberikan saat bunda terkena cmv? Sebab dokterku bilang tdk ada cara pengobatannya..:(..

Satu lg bunda, dokter siapa yg bunda rekomendasi untuk hal ini? Sy Ada di Jakarta bunda..

Thank you utk waktunya yah bunda... Doaku semoga bunda sekeluarga sehat2 selalu... Trims...

Jefry said...

semoga anak anda nanti bisa menjadi anak yang berguana bagi kedua orang tua, masyarakat dan negara..

Nia Angga said...

@heart angel: wahh aku baru baca commentnya. mohon maaf
aku dulu d kasih obat acyclovir. sama kayak obat herpes. trus apa lagi aku lupa :))
kalo nilainyamenurun insya Allah berarti udah ada perbaikan khn? meski masih positif.. Sampe terakhir aku mau due date< igm dan igg-ku msh positif koq. tapi nilainya udh menurun.
aku kmrn pake dkter suharyanti. ada di mmc, hermina jatinegara, rspad gatot subroto, siloam kb jeruk..

tetap semangat dan berdoa ya.. alhamdulillah anakku ga tertular cmv :)
insya Allah bunda en si kecil sehat semuaa. oya mksh buat doanya. aamiin

@jefry: aamiin, semoga doanya balik juga ke yg mendoakan :)
mksh yaa

kianda said...

mbak nia...
selamat ya atas perjuangannya dengan kehamilan yg penuh tantangan..
mbak, saya mau tanya dong.. apa wkt mbak flek itu terus menerus atau kadang flek trus berhenti dan nanti flek lagi.. dan dimulai flek itu dr minggu ke berapa ya?
soalnya saya ini udah minggu ke 6 dan tiba tiba flek. dulu wkt minggu ke 4 flek juga 2 hari trus berhenti. trus sekarang minggu ke 6 saya sudah flek 4 hari.. jd saya selalu pakai pantyliner..
saya jd takut ada apa apa dengan janinnya.. krn dulu anak pertama saya (sekarang sudah 5th) pernah flek jg tp cuma sekali aja di usia kandungan 3bln. itupun cuma 3 hari...
mohon pencerahannya ya mbak..

makasih..

Nia Angga said...

kiandra: wah, fleknya sih ga pasti.. kadang datang kadang pergi, makanya sering bedrest. masuk kerja dua minggu, bedrest seminggu.. gitu deh

ampe bosen cuma guling2 di kasur!
hm, aku lupa sih kapan tepatnya mulai flek. Yang pasti sih mulai 3 bulan awal udah mulai flek2 tuh..

Kalo temenku juga ada yang mulai fleknya bulan ke 6. Alhamdulillah sih anaknya gpp

Saranku sih, kalo fleknya lebih dari 2 hari langsung ke dokter aja biar tau penyebab fleknya. Apalagi kalo fleknya warna merah segar..
semoga sehat terus yhaa Aamiin

novika said...

Saya ngeflek udah sebulan,ngeri ya..terlambat tau klo hamil,tau2 dah masuk bulan ketiga.flek datang pas usia 7 minggu,skr udah 12 minggu msh flek.bedrest udah 2 minggu lbh,dikasih stobled,kalnex,dan cygest.
saya resah...takut bayiku tdk sempurna (naudzubillah)
Ada yg seperti saya bunda?

Ika Ertiana said...

Mbk nia...tlg info dokter mbk yg di kediri dokter siapa? Dan alamat praktekny? Tks

urirainaa said...

mbak nia, aku boleh minta pin bb/no WA/ line ga? aku kena kasus yang sama dan sangat butuh informasi lebih jelas. mohon bantuannya mbak...
tolong segera kabarin ya mbak.. tq...

Anonymous said...

Mb, di Kediri itu mb sama dokter siapa ya? Mohon masukannya ya. matur suwun

Nia Angga said...

maaf ya teman.. sy udah gak pernah buka blog lagi.
dokter di kediri namanya dr gunawan di rs baptis. gak tau blio msh praktik disana apa enggak

Rumah Herba FANELIA said...

Obat Herba Khusus Penyakit TORCH.
Berkhasiat untuk membantu menyehatkan rahim dari segala macam penyakit gagal rahim dan penyakit TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex virus II). Komposisi : Phalariae Fructus, Zedoariae Rhizoma, Morindae Citrifolia, Andrographidis Herba, dll. Harga Rp. 309.000,- (35 kapsul). Permata Depok Regency Cluster Jade E20/17 Depok. Pemesanan hubungi : Hp. 0856 910 910 09 (PIN BB : 266B8265). http://faneliaherbs1.wordpress.com ; faneliaherbs@yahoo.com

dewi said...

Inspiratif sekali ceritanya bunda, untuk info seputar tips hamil sehat dapat berkunjung kesini

Ditha Larasati said...

Hi mba.. Kasus ku jg sama.. Sudah 2x keguguran dlm jangka wkt 3bulan di setiap uk 5-6wk.. Yg pertama krn BO, yg kedua krn incomplete abortus jd dikuret.. cek torch ada rubella am cmc hny di IGg, jd katanya aman.. Nah skrg lg hamil yg ke 3, terjadi flek lg tp kdg berhenti kdg flek lg dari uk 4-7wk, tp aneh kata dokter kantong kehamilan masih ada, dan kmgknan janin bertahan krn ada putih2 di kantong rahim cm kecil gmbr nya krn sy gemuk..
Sy sempet pesimis takut gugur lg..
Tp apa mgkn janin sy bs bertahan seperti yg mba alamin ya.. :(

Ditha Larasati said...

Hi mba.. Kasus ku jg sama.. Sudah 2x keguguran dlm jangka wkt 3bulan di setiap uk 5-6wk.. Yg pertama krn BO, yg kedua krn incomplete abortus jd dikuret.. cek torch ada rubella am cmc hny di IGg, jd katanya aman.. Nah skrg lg hamil yg ke 3, terjadi flek lg tp kdg berhenti kdg flek lg dari uk 4-7wk, tp aneh kata dokter kantong kehamilan masih ada, dan kmgknan janin bertahan krn ada putih2 di kantong rahim cm kecil gmbr nya krn sy gemuk..
Sy sempet pesimis takut gugur lg..
Tp apa mgkn janin sy bs bertahan seperti yg mba alamin ya.. :(