Hukuman apa cobaan?

Monday, 19 March 2012
Hari jumat kemaren aku sekeluarga pijat refleksi di daerah pondok ranji bintaro jaksel.
Kebetulan saat itu berbarengan dengan seorang ibu yang sedang menerapi anaknya yang hydrocepallus.
Dalam usia yang udah memasuki setahun, anak itu belum bisa apa2. Bahkan menangisnya pun masih seperti anak berumur 3 bulan, yang belum kencang. Badannya kecil dan kurus banget. Ah aku sangat bersyukur ayra bisa lahir dan tumbuh sehat, meski ancaman hydrocepallus itu menghantuiku saat ku hamil.

Kembali ke cerita, ayah anak itu adalah seorang polis*. Aku sangat salut sama sang ibu, karena kulihat dia sedang hamil 7 bulan. Wah kalo aku jadi dia, aku pasti trauma untuk hamil selama beberapa waktu :(


Ternyata ga semua kagum akan ketegaran ibu dan anak itu. Ada orang yang komentar kalo itu hukuman karena suaminya ga benar sebagai seorang polis*. Pasti ada uang-uang haram yang dia terima.

Trus dia juga bilang kalo sebagai seorang mantan angkatan, dia ga berani ngambil yang gak halal. Baginya paling penting adalah anak bisa sekolah dengan baik dan semua anak-anaknya baik.
Bapak itu juga bilang kalo selama kerja ngambil uang gak bener, pasti anaknya ada yang bandel dan kalopun anaknya baik-baik aja, pasti kalo udah pensiun akan sakit-sakitan.

Duh, aku miris banget dengernya. Aku dengan beraninya langsung nyeletuk "wah, belum tentu pak. Saya waktu hamil juga kena virus yang bisa menyebabkan anak saya cacat. Tapi alhamdulillah anak saya lahir dengan sehat"
Bapak itu menjawab lagi, "ya tetap aja. Namanya aja yang virus. padahal itu khan hukuman"
Suamiku lalu memberi isyarat untuk diam.

Padahal ku tahu istri Bapak itu pernah kena stroke dan sempat koma. Sedangkan tadi dia bilang ga pernah ngambil uang haram. Jadi kenapa istrinya bisa jadi stroke? Apa istrinya yang dihukum?
Dan yang ku dengar, penyebab sang istri stroke gara-gara sering makan ati dengan tetangganya (istrinya ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan sama sekali).
Bagaimana bapak itu menjelaskannya?
Sayang ku tidak tahu keadaan anak-anak mereka..

Ah, aku hanya bisa menyimpan kedongkolan ini. Aku hanya bisa berpesan ke suamiku, kalau nanti anaknya dewasa, ga perlulah membanggakan anak2nya terlalu tinggi. Banggakan mereka sewajarnya. Soalnya akan menjadi beban mental juga buat anaknya.
Bapakku juga tipe orang yang suka membanggakan anaknya. Makanya biasanya kalo pas ada tamu dan kami (aku dan kakakku) bisa nguping pembicaraan mereka, pasti kami komen "wahh mulai, Bapak siaran berita"..
Aku ga masalah kalo yang diceritakan Bapak benar, tapi seringkali yang diceritakan salah. Seperti "Anakku kerja di Indosat" padahal kenyataannya aku cuma magang di sana. Untung aja waktu aku jadi vendor helpdesk di BI, Bapakku tidak pengumuman ke orang-orang kalo aku kerja di BI :)

Udah gitu yang perlu diluruskan, tidak semua kesedihan, atau penyakit itu karena hukuman Allah. Bisa jadi itu merupakan cobaan dari Allah untuk mengangkat derajat umatnya.
Pandanglah segala sesuatu dari sisi positifnya. Jangan suka menghujat dan menghakimi orang.
Bisa jadi orang lain itu lebih baik dari kita.
Terakhir, kesombongan itu dibenci Allah. Semoga kita bisa menjadi insan yang lebih baik dan bisa lebih berempati ke orang lain. Amien

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

10 komentar:

Asep Saepurohman said...

Renungan T__T

Asep Saepurohman said...
This comment has been removed by the author.
Lidya - Mama Pascal said...

terima kasih sudah berbagi mbak

Yunda Hamasah said...

sebuah hikmah, tfs :-)

Anak Rantau said...

Dunia selalu berputar, jadi memang tidak perlu kita sombong ya sob hehehe....

Thanks sharenya :)

Arif Zunaidi Riu Aj said...

mudah-mudahan kita jauh dari sifat tercela ya.... amin.

Tebak Ini Siapa said...

Wahhh makasih sharenya mbak...

maminx said...

alhamdulillah banyak pesennya artikel ini mbak. gak boleh sombong, gak boleh terlalu banggain anak setuju sekali. biasa biasa aja ya mbak. kalaupun anak maju/sukses ya di syukuri gak perlu di rame-rame in. apa yang menimpa bisa jadi cobaan, bukan hukuman. yang tau itu mah hanya Allah saja ya. kita mah gak tau apa-apa hanya bisa berusaha dan berdoa.kalo boleh tau emang dulu pas hamil kena virus apa mbak?istri saya lagi hamil udah usia 5 bulan nih butuh banyak masukan/share yang udah pengalaman.

Nia Angga said...

All: ​‎​​الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين kl bs bermanfaat
Maminx: aku kena cmv. Aku tulis ceritanya di "saatku mengandung". Selamat jadi calon bapak yaa. Moga kehamilannya lancar en sehat. En kelahirannya juga. Amien

cara mengobati penyakit liver said...

yayon,,,balon,,lucu ya,,