Showing posts with label motivasi diri. Show all posts
Showing posts with label motivasi diri. Show all posts

Jangan Mengeluh Part 2

Thursday, 12 July 2012
Manusia memang sering mengeluh. Seperti yang pernah aku tulis disini, harusnya ada banyak alasan bagi kita untuk tidak mengeluh!

Namun, kondisi iman yang sering naik turun, tetepp aja aku suka mengeluh :(
Hingga akhirnya ada seorang teman yang memarahiku..

JANGAN SUKA MENGELUH NTAR ALLAH BINGUNG!

Dikasih tempat yang enak, kerjaan menumpuk, ngeluh
Dikasih kesempatan untuk mencari ilmu ditempat lain ngeluh
Trus ga dikasih kerjaan juga ngeluhh

Lha saiki, karepmu piyee???

Hukuman apa cobaan?

Monday, 19 March 2012
Hari jumat kemaren aku sekeluarga pijat refleksi di daerah pondok ranji bintaro jaksel.
Kebetulan saat itu berbarengan dengan seorang ibu yang sedang menerapi anaknya yang hydrocepallus.
Dalam usia yang udah memasuki setahun, anak itu belum bisa apa2. Bahkan menangisnya pun masih seperti anak berumur 3 bulan, yang belum kencang. Badannya kecil dan kurus banget. Ah aku sangat bersyukur ayra bisa lahir dan tumbuh sehat, meski ancaman hydrocepallus itu menghantuiku saat ku hamil.

Kembali ke cerita, ayah anak itu adalah seorang polis*. Aku sangat salut sama sang ibu, karena kulihat dia sedang hamil 7 bulan. Wah kalo aku jadi dia, aku pasti trauma untuk hamil selama beberapa waktu :(

Tidak Ada Alasan untuk Mengeluh

Sunday, 26 February 2012
Suatu hari, aku sudah menetapkan hatiku untuk menjual benda paling berharga yang kupunya untuk suatu tujuan yang Insya Allah lebih mulia.
Sungguh keputusan itu melalui pergolakan batin yang cukup panjang selama beberapa bulan.
Dan semenit setelah benda itu berpindah tangan, aku menangis. Sungguh memalukan menangis di depan seseorang yang mengantarku saat itu, yang bahkan orang itu bukan siapa-siapaku.

Beberapa menit kemudian, meski aku lega telah melakukan hal yang kuanggap benar, namun di bagian lagi hatiku aku merasa "marah" kepada Allah. Kenapa Dia memberiku cobaan seperti ini? Tak bisakah dia mengizinkan aku tetap memiliki benda itu dan memberikanku rezeki lewat jalan lain?
Namun sepertinya memang itu yang terbaik untukku. Hanya itu jalanku satu-satunya.

Menghargai Diri Sendiri

Thursday, 9 February 2012
Sudahkah anda menghargai diri sendiri?

Mungkin beberapa dari kita terlalu sibuk berusaha menghargai orang lain, tapi bahkan lupa untuk menghargai diri sendiri.
Padahal bagaimana kita mau dihargai orang lain, jika menghargai diri sendiri aja ga bisa?

Seringkali aku marah dengan perilaku orang yang merokok di kendaraan umum. Orang-orang itu bukan hanya tidak menghargai orang lain, tapi dia juga benar-benar tidak bisa menghargai diri sendiri. Para perokok itu telah meracuni diri sendiri dan orang lain. Udah gitu, dengan merokok di tempat umum tentu dia akan disumpah serapahin orang lain. Merendahkan diri banget, rela diomeliin orang.. Kalo mo bunuh diri, kenapa harus ngajak orang ya?
Diberi sesuatu yang sehat dan baik adalah hak tubuh kita lho..

Saat Performance Kerja Menurun

Monday, 9 January 2012
Apa reaksimu saat atasanmu bilang kamu tidak perform?? Apalagi sampai menyuruh kamu konseling??
Marah? Sedih? jengkel? nangis? Or bahkan malah ketawa karena tau itu pasti boong? Hehe
Apapun alasan bos bilang seperti itu, meski cuma becanda, rasanya itu bukan becandaan yg tepat!
Hal pertama yang harus dilakukan adalah instropeksi diri. Marah is ok. Reaksi normal saat orang tertimpa masalah adalah marah. Kenapa harus aku? Kayaknya bukan aku aja deh yg kinerja menurun. Tuh yg lain malah lebih parah, koq aku yang dipanggil?

pict from here


Tips Pernikahan

Wednesday, 28 December 2011
gambar diambil dari sini
Iseng-iseng nulis ttg apa yang harus ada dalam suatu pernikahan. Miris saat dengar seorang teman baik yang curhat masalah pernikahannya yang tidak harmonis anymore. Meskipun umur pernikahanku baru 3,5 tahun, aku coba menuliskan ini untuk pengingatku juga nanti demi meraih keluarga yang samara en harmonis happily ever after. amien

1. Kompromi
Nobody perfect. Dulu sebelum nikah, ibuku pernah berpesan "kamu tidak akan pernah menemukan orang yang sempurna, tapi akan ada orang yang sreg di hati kamu. Itulah nanti orang yang bisa jadi suami kamu"
Akhirnya memang aku menikah dengan orang yang sama sekali bukan tipe aku secara fisik. Tapi entah kenapa aku cinta dan sayang sama dia..
Kami sama-sama pelupa, sama-sama suka bangun siang, dan juga sama-sama seneng jalan. Namun demikian tetep ada aja kebiasaan yg jauh beda. Dia suka dingin, aku ga kuat dingin. Dia suka makan santan, aku tidak suka, dia suka tidur malam, aku suka tidur cepat. Itulah mengapa dibutuhkan kompromi. Kita ga mungkin merubah seseorang menjadi apa yang kita mau, karena itu berarti kita tidak mencintai orang itu dengan tulus, melainkan kita mencintai cermin diri kita sendiri..
Satu-satunya jalan yang harus kompromi. Semisal dulu waktu pertama ngontrak, suami kalo tidur harus pake kipas angin yang langsung kena badan. Sedangkan aku ga kuat, en pasti masuk angin. Pagi2 bangun dengan perut mules. awalnya aku suka komplain, en pernah ampe suami tidur di lantai biar tetep dingin en merdeka menikmati kipas angin. Lama-lama akhirnya aku mengalah, dan tidur pakai selimut.. That was so easy!
Selalu ada jalan untuk mengkompromikan kebiasaan, namun kadang we make it so complicated!

Kakakku, Panutanku

Friday, 28 October 2011
Iseng-iseng mo ikutan kontes alias giveawaynya CINTA ANTARA 2 NEGARA mbak Tarry Kittyholic. Waduh, koq ya jadi banci kontes. Tapi emang salah satu niatku untuk ikutan kontes biar aku bisa nulis.. abisnya kalo gak gitu suka males nulis hihihi..

Setelah kubaca postingan mbak Tarry tentang adiknya di Kisah Sukses Anak mantan TKW aku berasa terharu banget.
Walaupun orang tuanya "ga punya" tapi adik mbak Tarry tetap semangat untuk meraih cita-cita demi meningkatkan derajat keluarga. Kalo orang bilang "masak orang tua susah, nanti anaknya juga ikut susah?"
Jarang ada anak yang berpikiran terbuka seperti itu, yang terus maju pantang mundur meski diterpa berbagai cobaan dan ejekan orang sekitar.. Hanya orang-orang Kuat yang bisa seperti itu..

Hal itu juga mengingatku pada kakakku.. Dia seorang yang kuat! Dia yang dari kecil "dikaruniai" penyakit yang bermacam-macam, mulai dari asma, gampang alergi, dan lemah fisik tidak pernah merasa minder dan menutup diri dari pergaulan. Justru dia berusaha untuk mengikuti segala macam kegiatan di sekolah untuk menunjukkan diri kalo dia BISA.
Aku pernah sedikit membahasnya disini.

Kakakku berusaha keras belajar hingga akhirnya bisa meraih gelar sarjana terbaik ke dua saat menempuh pendidikan D-IV Keselamatan Kerja di ITS, dia sudah setingkat Assmen di kantornya sekarang, dia pinter berdandan dan memadu padankan pakaian, dan...
ahhh terlalu banyak kelebihan dia dibanding aku.
Sedangkan aku, aku beruntung diberi badan sehat.. aku beruntung dikaruniai fisik yang tinggi (kakakku lebih pendek) meski kata orang mukaku lebih bermutu (muka tua) hiks..

Kalau kakakku tidak diberikan kesulitan, belum tentu dia akan sesukses itu, belum tentu dia bisa meraih mimpinya. Meski perjalanan hidupnya penuh onak dan duri, meski dia sering menangis dan mau menyerah, tapi akhirnya dia berhasil mendapat apa yang dia inginkan..

Aku kadang iri dengan dia. Aku tidak setangguh itu.. Kalau aku yang diberikan kesulitan itu, mungkin aku akan menjadi seperti kingking/pongpongan/tutut (ahh bahasa temen-temenku emang ga ada yang kompatibel) pokoknya hewan seperti keong apa siput gonggong ya?? Pokoknya hewan yang kalo disentuh akan menyembunyikan diri, trus baru akan keluar kalo di abab-in (ditiup)...
Aku akan semakin minder dengan keadaanku. Sekarang aja aku masih sering minder kalo ketemu orang2 yang lebih hebat dari aku.. Tidak, bukan karena aku tidak bersyukur, tapi emang aku seperti itu..

Aku hanya bisa berharap suatu saat aku bisa lebih memiliki semangat, aku bisa lebih bisa maju terus pantang mundur, dan aku hanya bisa berdoa semoga kakakku bisa mendapatkan kebahagiaan yang diinginkan. AMien

"Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY "CINTA ANTARA 2 NEGARA" yang diadakan oleh Tarry KittyHolic".

Berubah?Why Not??

Thursday, 29 September 2011
Dulu aku sempat ragu saat akan memutuskan untuk menikah. U know why? Yeahh u r right! Masalah egoisme seperti kebanyakan orang..
Aku sudah terbiasa hidup sendiri, alias ngekost sejak SMA. That means I have already spent my time for being alone for 10 year before married.
I was thinking.. Bisa gak ya ntar berbagi ama orang lain? Lha wong waktu harus berbagi kamar ama kakak kandung sendiri aja kadang masih bertengkar..
Kl sendiri khan enak mo ngapain2.. Pengen nyetel musik lenceng pas bete? Hayuukkk..
Pengen mberantakin kamar? Okeee
Mo dekor kamar sesukanya?go ahead..
Bisa gak ya ntar kalo udh married kayak gitu?

Trus kebimbangan berikutnya adalah "ntar kalo bertengkar gimana ya?" Kalo masih in relationship khan enakkk..
Tinggal pulang ke rumah kalo lagi bertengkar. Gak perlu lihat mukanya lagi for a while..
Lha kalo udah nikah, mo pulang kemana??
Then pas curhat ke temen dia bilang gini "aku juga pernah koq ngalamin kayak gitu.. Tenang ajah, ntar pasti ada masanya kita kembali ke fitrah diri sebagai istri. Pernah suatu hari aku bertengkar ama suamiku. Akhirnya saking sebelnya dia aku tinggal tidur dulu en kamar aku tutup. Pas aku kebangun, aku gak lihat kalo suamiku gak ada. Trus pas aku cari ternyata dia tidur di kamar satunya hanya beralaskan tikar karena emang gak ada kasur disitu. Habis itu aku inget kalo suamiku belom makan. Akhirnya aku ke dapur, bikinin makan, trus aku bangunin deh dia aku suruh makan..
Emang kayak gitu kalo udah nikah. Sesebel or semarah apapun kita, tetep aja fitrah kita sebagai istri akan berbicara"

Potensi Diri

Monday, 11 July 2011
Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya "apa sih kemampuanku? aku punya potensi apa sih??" apa itu cuma masalahku??
Ahh gak mungkinlahhh.. kalo tidak banyak orang yang mengalami masalah itu, pasti ga akan ada tuh yang namanya assesmen or program konseling untuk mengetahui potensi diri di lembaga2 psikologik :D

Dari dulu udah beberapa kali aku pengen nyoba konseling ke LPT UI ikut tes potensi diri, tapi sayangnya selalu penuh jadwalnya :(
Itu karena aku udah so desperate. Aku ngerasa, aku tuh udah 7 tahun lebih kerja di SDM, tapi koq aku ga tau apa2 tentang SDM?
Aku punya ijazah S1 bidang komputer, tapi koq aku juga ga tau apa? aku udah ga ngikuti perkembangan teknologi, aku ga pernah ngoprek komputer lagi, dsb dsb.
Pengen pindah unker, jadi takut keluar dari zona nyaman..
So, dulu aku berharap kalo bisa ikut bimbingan psikolog, mungkin aku bisa lebih berguna untuk organisasi ini :(

Aku bukan orang yang kreatif, dan aku juga tidak punya cukup semangat yang kuat untuk mendobrak habitnya.
Aku hanya punya banyak mimpi tanpa ada kekuatan untuk mencapainya.
Saat ini S2 ku mandek karena males bikin thesis, dan itu aku menyalahkan keadaan karena aku udah punya anak dan rumah yang jauh sehingga aku dah kehabisan tenaga pas udah nyampe rumah.
Tapi koq ya aku ga memanfaatkan waktu luangku di kantor buat ngoprek thesis??

Aku hanya ngerasa kesal saat aku ga diberi tanggung jawab lebih dari bosku. Padahal itu pasti karena aku dinilai ga cukup punya kemampuan untuk itu..
Lha tapi ga pernah ada evaluasi dari atasan untuk mengembangkan potensi anak buah.
Okelah itu bukan salah atasan. Potensi diri adalah tanggung jawab masing2 personal. Tapi apa salahnya kalo atasan juga memberikan motivasi itu? toh mereka stakeholder kita yang tentunya memiliki pandangan yang lebih rasional tinimbang kita melihat diri kita sendiri??

Huff aku pernah konsultasi ke temen psikolog, tapi sayang belum tuntas dan aku masih memiliki banyak pertanyaan.

Sekarang euforia anak2 lulusan S2 tugas belajar sedang menjadi tren, dan itu membuatku semakin down.

Aku ga pengen kerjaanku gini2 aja. aku ga penen stagnan. aku ingin berperan lebih. aku juga ingin maju en jadi orang pinter. aku pengen ayra bangga punya umi yang pinter.

Tapi, mampukah aku keluar dari zona nyaman?
mampukah aku mencari potensiku?
mampukah aku konsisten, ngotot, dan antusias mengejar mimpiku?? (seperti kiat sukses dari founder kripik maicih)

Huhh semoga waktu akan segera menjawabnya. Kalo kebanyakan tapi, kapan majunya?????

Bahagia

Thursday, 23 December 2010
Hari ini aku baca twitternya @safirsenduk yang berbunyi " kebahagiaan itu bukan sekedar materi. dekat dengan keluarga dan bisa membahagiakan orang tua itulah kebahagiaan sesungguhnya"

Yiayyy rasanya tertohok aku membaca tweetnya dia, padahal aku tau itu. aku sadar itu. en aku sangat mengerti dan memahami itu.
Tapi koq ya susah untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari..

Pernah aku ngobrol dengan teman. Dia bilang "emang, kebahagiaan itu bukan sekedar materi, tapi kebahagiaan itu butuh materi.. Seperti jalan-jalan biar ga boring, shopping, dsb. Itu khan butuh materi"
Aku bilang ajah. "Wah kalo itu mah karena materi yang dijadiin ukuran kebahagiaan :d

Ada juga salah seorang temen yang dia dilimpahi materi yang begitu berlimpah sama Allah. Tapi, ujian dia juga begitu berat, baik dalam keluarga kecil atau keluarga besar dia.
Subhanallahnya dia masih bisa ketawaaaa... Mungkin kalo aku udah ga kuat. Mending harga yang pas, tapi bisa bahagia batinnya..

Seringkali kalo lagi naik KRL ekonomi or odong-odong aku trenyuh melihat kehidupan mereka. Hallooo niaaa banyakkkk yang jauh lebih kekurangan daripada kamu.. Kenapa kamu tidak pernah bersyukurr???
Hingga suatu saat aku pernah bikin status di FB "naik KRL membuatku begitu bersyukur dengan kehidupanku saat ini karena ternyata banyak yang lebih tidak beruntung daripada aku" namun apesnya ada yang komen "trus kalo lagi jalan-jalan ke PS, Plaza Indonesia, Plaza Senayan, apa tidak berontak tuh hatinya??"
Hehehehehe U r absolutely right temanss!!! Emang kalo melihat orang yang "jauh diatas" itu bikin ngiri bin ngilerrr

Namun, suatu saat aku teringat apa salah satu alasanku memilih mas dodo sebagai suamiku. Ya.. itu karena mas dodo orangnya tidak mengejar dunia. Jika dia nyaman ama kerjaannya maka dia tidak akan mengejar karir. Dia lebih memilih berkumpul dengan keluarga di rumah dibandingkan workaholic di kantor. Meski aku juga tau kalo dia seorang suami yang bertanggung jawab terhadap keluarga dan juga bertanggung jawab terhadap pekerjaan..
Maafkan aku jika terlalu banyak yang aku tuntut darimu padahal aku juga bukan istri yang sempurna.

Kadang kalo malam, aku melihat mas dodo dan ayra tidur pulas bersama, aku tersenyum bahagia dan mengucap beribu syukur kepada Allah...

" Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?? "

Aku punya mas Dodo yang hebat, aku punya Ayra yang pinter, lucu, dan sehat, aku punya orang tua dan kakak yang sayang aku dan menyuportku setiap saat. Aku punya mertua dan sodara ipar yang mantaf dan gak rese, Aku punya bos yang super baik, temen-temen yang bisa diajak berbagi, yang siap sedia setiap saat bila aku need a shoulder, temen-temen yang bisa membuatku tertawa, aku juga udah punya rumah meski jauh dan ala kadarnya.. dan aku juga punya mbak Yun yang siap sedia menjaga ayra, aku dan mas dodo..

" Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?? "

Itu hanya sebagian kecil dari nikmat yang Allah berikan kepadaku.. Semoga aku termasuk hamba-hambaMu yang selalu bersyukur ya Allah..

Amien

Perjuangan Pumping ASIP

Thursday, 16 December 2010
Memberikan ASIX ke anak bagi ibu-ibu bekerja tentu membutuhkan tekad, niat, dan semangat yang kuatt.. Apalagi kalo udah menjadi anggota P4 Gatsu (Pergi pagi pulang petang Gaji tetep segitu)huaaaa...
Secara ga boleh stress, ga boleh capek, pinter bagi waktu, kudu rajin, de es be de es be

Contohnya, dulu pas aku masih kontrak di daerah kuningan, aku bisa bawa pulang sekitar 500ml asip. Udah gitu pagi sebelum berangkat en malem pas ayra dah tidur aku juga masih sempet pumping. So, rata-rata seharian pumping alhamdulillah aku bisa dapet 700-800ml. Malahan pernah satu hari aku dapet 1 liter (sekali doanngggg.. ga bisa ngulangin lagi :(( )
Alhamdulillah masih ada sisaa, soale ayra minumnya max 500ml kalo aku lagi ngantor.

Begitu aku pindah ke Cisauk, pendapatanku mulai menurun. Seharian aku cuma dapet sekitar 600ml. Padahal dengan pindah kesana, berarti aku kudu berangkat max pukul 6.15 en nyampe rumah paling cepet pukul 18.30 so, that means jumlah minum asinya ayra selama aku tinggal semakin banyak, sktr 700an ml boww huaaaaa aku pusingg..

Next Goal

Wednesday, 3 October 2007
Apa ya cita-citaku selanjutnya?

Lulus alhamdulillah udah..
Gelar S-1 alhamdulillah udah..
Ijazah alhamdulillah udah..

Tinggal nunggu hasil ujian penyesuaian..

Semoga bisa lulus en bisa naek ke golongan III/a..

Yang aku pengenin seh sekarang:
1. NIKAH
2. Nyari Side Job
3. Learning english, english, english
4. Scholarship to Abroad

Mana yang jadi prioritas???
Mikir ntar aja ahh... :D

Wish me Luck muach