Jeritan Hati Perokok Pasif

Saturday, 24 November 2012
Menghirup udara segar yang merupakan hak setiap manusia di muka bumi pun sekarang sudah berharga mahal...

Siapakah yang ikut berkontribusi merampasnya?
Pasti udah tau. Ya PEROKOK

Sebagai pengguna angkutan umum, aku selalu menjadi korban para manusia egois itu.

Meski di kereta dipasang tanda DILARANG MEROKOK, that is USELESS!!!
Bahkan para pengguna kereta ekonomi itu seenaknya merokok di bawah tanda larangan tersebut.

Sebenarnya sudah ada peraturan peraturan resmi bahwa Kereta Api bebas asap rokok, dan bilang akan menyosialisasikan.
Tapi faktanya NOL BESAR!

Yah mungkin peraturan itu timbul untuk pencairan anggaran, biar dapat honor, buat gaya-gayaan, or whatever lah alasannya.

Pernah aku yang cemen ini memberanikan diri untuk bilang ke petugas kondektur yang biasa narik karcis "pak, bukannya ada peraturan ga boleh merokok?" Dan petugasnya hanya bilang "susah dibilangin, sambil ngeloyor pergi"
Duh, padahal dia khan punya wewenang untuk mengingatkan penumpang lain.. Mungkin dia males karena gajinya juga ga seberapa. Mbuh aku ga ngerti

Pernah juga suatu ketika aku sengaja berdiri di sambungan kereta ekonomi biar memperkecil kemungkinan terkontaminasi rokok. Tapi saat masih ditengah perjalanan, tiba2 aku mencium bau rokok. Saat aku menoleh, ternyata ada 2 orang pemuda yang seenaknya merokok di belakangku. Refleks aku teriak "Astaghfirullah hal adzimm... Udah tau keadaan kayak gini (sempit, panas, penuh penumpang), masih aja ngrokok" dia jawab "ini khan bukan kereta AC mbak"
Untung aja dia manggil aku mbak. Kalo manggil aku "Bu", pasti aku makin ngamuk.
Aku jawab lagi "ya tapi khan tetep sama aja ga boleh merokok". Dengan entengnya dia bilang "kalo gitu jangan saya aja yang diomelin dong, tuh banyak yang merokok"
"Yang merokok disini cuma kalian berdua. Tuh sana kalo mau ngrokok. Di gerbong depan sana!"

Abis itu aku ngeloyor pergi karena pasti mereka juga tetap tidak akan mematikan rokok mereka.
Sampe stasiun tujuan, mataku udah panas buanget saking banyaknya asap.
Heran aku sama mereka. Mbok ya kalo mau bunuh diri jangan ajak-ajak orang lain dong. Aku belom mau mati tau..!!!

Kalo ada orang bilang, ya makanya jangan naik kereta ekonomi dong!
Kalo mau nyaman naik yang AC dong!
Kalo mau nyaman naik taksi!

Lha emang aku pengen? Aku khan juga terpaksa naik kereta ekonomi. Sesuai jadwal yang ada aja begitu nyampe di stasiun. Emang situ mau ganti rugi waktu yang terbuang kalo aku musti nunggu lama lagi?
Emang situ mau bayarin uang taksinya?
Heran deh, perasaan mereka yang salah, koq yang bener yg kudu ngalah?
Kalo ada istilah "yang waras ngalah.." Yo kecuttt rekk... *ngambil istilah pakdhe

Aku bukan orang baik yang bisa mendoakan kebaikan untuk orang yang melakukan kesalahan.
Hanya kadang-kadang aku berdoa supaya Allah menyadarkan mereka, namun kadang aku berdoa agar Allah membalas mereka..

Hufff



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

7 komentar:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

kita yang benar malah jadi kesle ya mbak

Elsa said...

iya, menyebalkan sekali kalo ketemu perokok yang gak tau diri ya Mbak...

apalagi kalo di angkot, di bus, di kereta... di tempat umum gitu. duuuuh....

D I J A said...

Dija juga gak suka bau rokok...
bikin batuk

obat glaukoma said...

memang susah ya mengurangi kebiasaan orang merokok, repotnya yang bukan perokok kena efeknya juga..

Pesta ulang tahun said...

nice post :D salam kenal yaaa

Lyliana Thia said...

Hahaha,.. Sama, Niaaa... Aku jg pikir org2 perokok itu egois...

Nah klo aku "membalas" perbuatan mereka, gini... Klo mereka berobat gigi sm aku, ketauan kan ngerokok apa gak, klo perokok aku ksh tarif paling mahaaal... Hehehe... Lah mereka mampu beli rokok kan? :-P

Hipnoterapi surabaya said...

bagi para perokok pasif juga kadang tidak berani untuk berbicara kepada si perokoknya sih :\