Menghargai Diri Sendiri

Thursday, 9 February 2012
Sudahkah anda menghargai diri sendiri?

Mungkin beberapa dari kita terlalu sibuk berusaha menghargai orang lain, tapi bahkan lupa untuk menghargai diri sendiri.
Padahal bagaimana kita mau dihargai orang lain, jika menghargai diri sendiri aja ga bisa?

Seringkali aku marah dengan perilaku orang yang merokok di kendaraan umum. Orang-orang itu bukan hanya tidak menghargai orang lain, tapi dia juga benar-benar tidak bisa menghargai diri sendiri. Para perokok itu telah meracuni diri sendiri dan orang lain. Udah gitu, dengan merokok di tempat umum tentu dia akan disumpah serapahin orang lain. Merendahkan diri banget, rela diomeliin orang.. Kalo mo bunuh diri, kenapa harus ngajak orang ya?
Diberi sesuatu yang sehat dan baik adalah hak tubuh kita lho..


Menghargai diri sendiri juga bisa dilihat dari cara berpenampilan. Aku pernah baca blog seseorang yang menulis bahwa make up merupakan salah satu cara dia untuk menghargai diri sendiri. Kodrat manusia, terutama wanita untuk menyukai keindahan. Dengan merawat diri, dandan, bersih, wangi, dan cantik, berarti memberikan apa yang menjadi hak tubuh kita.

Ada satu hal yang menggelitik sampai sekarang. Suatu ketika aku pernah dikirimi email oleh suamiku yang berjudul "balada celana dalam". Penasaran dong apa isi emailnya. Setelah aku baca, aku tertawa dan tercenung. Di dalam email itu diceritakan tentang seseorang perempuan yang mengalami musibah (kecelakaan kalo ga salah). Alih-alih dia mengkhawatirkan keselamatannya, dia malah mengkhawatirkan pakaian dalam apa yang dia pakai saat itu. Dia berpikir apakah sudah memakai pakaian dalam yang bagus, Yang tidak sobek-sobek, tidak jamuran, or udah melar kemana2? Dia berpikir Apakah cd dan bra yang dia pakai serasi? Dia berpikir apa jadinya kalo misal dia ternyata harus ke rumah sakit, harus diambil tindakan, dan saat pakaiannya dibuka ternyata cd yang dia pakai adalah cd yang udah sobek2? Dan sebagainya.

Aku ketawa sih waktu bacanya.. Dan berpikir, sepertinya itu mungkin terjadi pada diriku juga.
Berapa banyak dari kita yang tetap mempertahankan underwear jeleknya dengan alasan "masih enak di pakai koq. Sayang kalo dibuang"
Berapa banyak dari kita yang mempertahankan kaos singletnya yang warnanya udah berubah jadi coklat dan bolong2 dengan alasan yang sama?
Dan terutama, berapa banyak dari kita yang memakai daster bolong2 dengan alasan makin bolong makin enak karena makin adem?

Duh,
Memakai pakaian yang layak itu penting untuk menghargai diri sendiri. Ga perlulah beli pakaian yang mahal. Asal nyaman di pakai dan bersih itu kuncinya.
Apakah kita juga akan menghadap Allah (saat sholat) dengan memakai daster dan underwear bolong kita? Pikirkan bagaimana perasaan pasangan kita saat melihat kita memakai baju sobek-sobek meski hanya di rumah, dan mungkin dia juga melakukan hal yang sama! Janganlah hanya memperhatikan yang tampak luar, tapi cuek terhadap yang ada di dalam..

So, belajarlah menghargai diri sendiri, dan tentunya ada banyak cara untuk melakukannya.
Bagaimana mau menghargai dan dihargai orang lain, kalo menghargai diri sendiri aja tidak bisa?

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

6 komentar:

Della said...

Nia, waktu aku kecelakaan motor, detik-detik aku jatuh, aku malah nutupin muka dengan kedua tangan, bukannya menggunakan tanganku untuk mendarat dengan baik atau gimana. Tau nggak kenapa? Soalnya saat itu yang aku pikirkan, kalau aku meninggal di situ, aku nggak mau meninggal dalam keadaan wajah sobek-sobek. Karena dari semua bagian tubuh, aku paling bangga sama wajahku. Parah, ya :D
Akhirnya aku malah gegar otak :p
kalau soal underwear, aku malah kebalikan. Dari masih perawan sampai sekarang, aku suka banget pakai underwear cantik nan berenda-renda, kalau bisa matching atas-bawah. It makes me feel soooooooo.. beautiful ^___^

Lidya - Mama Pascal said...

betul mbak, kalau kita keluar rumah saja pakai pakaian yg bagus dan bersih ya masa dirumah pakao yang ada jendelanya hehehe

Mama Olive said...

Hahaa..whuahaa..aku ngakak baca baca masalah underwear..
Tapi emang bener loh ada pesan orang tua,kalo hendak pergi ke luar pakailah underwear yang bagus,ya gitu deh amit2 kalo terjadi sesuatu di jalan..

Sama kaya della,aku pernah kecelakaan fatal naik motor,akibatnya rahangku patah dan gigi harus di pasang pen di dalam gusi,untungnya yang parah bagian atas,sekitar muka dan mulut,bukan wajahku banget..
sementara harus operasi seketika juga,yah underwear di buka-buka pula,untung aja aku selalu pake underwear yang matching,rasanya pede aja kalo pake ...
hahaa..tapi aku juga tetep koleksi underwear yang bolong dan meral loh wkwkkk..

puteriamirillis said...

hehhe...aku hanya berharap ya Allah ketika aku kecelakaan jangan buka auratku..plisss...ngebayangin..tapi emang kalo pake underwear yang bagus itu harus...:)

Nia said...

wkwkwkw...bener juga tuch....kalo kemana2 harus pake underwear yang bagus....utk jaga2...tp kalo bisa sech jangan sampe mengalami hal2 yg tdk di-inginkan....

aku jd inget...dulu pernah lihat pencopet yg ketangkap...trus ditelanjangin...tinggal underwearnya aja yg dipake...dan untungnya masih bagus hihihi.....

opini jalanan said...

bingung mau komentar karena sy kan cowok :)